Senin, 17 Februari 2014

Daftar Istilah pada Buku Marketing untuk SMK

 

Daftar Istilah pada Buku Marketing untuk SMK


Acara: kejadian yang dirancang untuk mengkomunikasikan pesan tertentu kepada pelanggan sasaran.
Accumulating: aktivitas mengumpulkan barang dari berbagai produsen.
Advertorial: iklan cetak yang menawarkan isi editorial dan dirancang sedemikian rupa sehingga sulit dibedakan dengan isi surat kabar atau majalah.
Agen: perantara yang mewakili penjual atau pembeli dalam transaksi dan dalam hal ini hubungan kerja dengan kliennya bersifat lebih permanen daripada broker.
Agent middleman (broker): perantara yang hanya mencarikan pembeli, menegosiasikan dan melakukan transaksi atas nama produsen.
Aliran kuota-rendah (modest-quota school): penetapan kuota yang dapat dicapai sebagian besar wiraniaganya.
Aliran kuota-tinggi (high-quota school): penetapan kuota lebih tinggi daripada yang dapat dicapai sebagian besar wakil penjualannya tetapi tetap dapat dicapai.
Aliran kuota-variabel (variable-quota school): penetapan kuota yang tinggi untuk beberapa orang dan kuota yang rendah untuk yang lainnya.
argumen dua pihak (two-sided arguments): penyajian suatu pesan dengan menunjukkan keunggulan maupun kelemahan dari produk.
argumen sepihak (one-sided argument): penyajian suatu pesan hanya dengan menunjukkan keunggulan produk saja.
Arus pemasaran: aliran kegiatan yang terjadi di antara lembagalembaga pemasaran yang terlibat di dalam proses pemasaran, meliputi arus barang fisik, arus kepemilikan, arus informasi, arus promosi, arus negosiasi, arus pembayaran, arus pendanaan, arus penanggungan risiko, dan arus pemesanan.
Assorting: menjual berbagai macam lini produk itu secara bersama-sama.
Atmosfer: lingkungan yang dikemas dalam menciptakan atau memperkuat kecenderungan pembeli untuk membeli produk.
Atribut produk: unsur-unsur produk yang dipandang penting oleh konsumen dan dijadikan dasar pengambilan keputusan pembelian. Atribut produk meliputi merek, kemasan, jaminan (garansi), pelayanan, dan sebagainya.
Audiens efektif: Jumlah orang dengan karakteristik audiens sasaran yang terpapar oleh sarana tersebut.
Audiens yang terpapar iklan secara efektif: Jumlah orang yang sesuai dengan karakteristik audiens sasaran yang betul-betul melihat iklan tersebut.
Audiens: Jumlah orang yang dapat dicapai oleh sarana itu. (Jika sarana itu dapat diteruskan untuk dibaca orang lain maka audiensnya lebih besar dari sirkulasi).
Audiens: sebagai calon pembeli produk perusahaan, pemakai saat ini, penentu keputusan, atau pihak yang mempengaruhi.
 

Barang konsumen: barang yang dikonsumsi untuk kepentingan konsumen akhir sendiri (individu dan rumah tangga), bukan untuk tujuan bisnis.
Barang tahan lama: merupakan barang berwujud yang biasanya bisa bertahan lama dengan banyak pemakaian (umur ekonomisnya untuk pemakaian normal adalah satu tahun atau lebih).
Barang tidak tahan lama: barang berwujud yang biasanya habis dikonsumsi dalam satu atau beberapa kali pemakaian.
Barang: merupakan produk yang berwujud fisik, sehingga bisa dilihat, diraba/disentuh, dirasa, dipegang, disimpan, dipindahkan, dan perlakuan fisik lainnya.
Basis Data Pelanggan: kumpulan data komprehensif yang terorganisasi tentang pelanggan dan calon pembeli individual yang terkini, terjangkau, dan dapat dilaksanakan untuk mencapai tujuan-tujuan pemasaran seperti produksi unggulan, kualitas unggulan, penjualan produk atau jasa, atau pemeliharaan hubungan pelanggan.
Basis Data Pemasaran: proses pembentukan, pemeliharaan, dan pemakaian basis data pelanggan dan basis data lain (produk, pemasok, pedagang/reseller) untuk berhubungan dan bertransaksi.
Brand label: nama merek yang diberikan pada produk atau dicantumkan pada kemasan.
Broker: perantara yang fungsi utamanya adalah mempertemukan penjual dan pembeli serta membantu kelancaran proses negosiasi.
Bulk-breaking: merupakan aktivitas membagi produk berbagai produsen itu masing-masing ke dalam kuantitas yang lebih kecil, sesuai dengan yang dibutuhkan atau diminta konsumen.
Bulletin boards system (BBS): layanan online yang terspesialisasi yang berpusat pada topik atau kelompok tertentu.
Bursa: gedung atau ruangan yang ditetapkan secara resmi sebagai tempat penyelenggaraan transaksi efek.
Buyer's market artinya pasar milik konsumen.


Calon pembeli: seseorang yang diidentifikasi oleh pemasar sebagai orang yang mungkin bersedia dan mampu terlibat dalam pertukaran nilai.
Capital items: barang-barang tahan lama (long-lasting) yang memberi kemudahan dalam mengembangkan dan/atau mengelola produk jadi.
Competence: kemampuan melakukan proses pemberian nilai tambah kepada pelanggan dengan menghasilkan standar kompetensi yang semakin meningkat
Concept: kemampuan perusahaan dalam menghasilkan ide dan inovasi karena adanya upaya inovasi yang berkelanjutan
Conection: kemampuan dalam menjalin kerjasama dengan partner atau asosiasi
Convenience goods: merupakan barang yang pada umumnya memiliki frekuensi pembelian tinggi (sering dibeli), dibutuhkan dalam waktu segera, dan hanya memerlukan usaha yang minimum (sangat kecil) dalam pembandingan dan pembeliannya.
Corporate chain: suatu kelompok yang terdiri dari dua atau lebih usaha/bisnis yang saling berkaitan atau berhubungan dalam satu manajemen dan dimiliki oleh suatu kelompok pemegang saham.
Customer Delight: adalah usaha/upaya bagaimana membuat pelanggan terkesan dan senang
Customer self-service: merupakan pelayan diri sendiri (konsumen)
 

Daya tarik emosional: daya tarik yang mencoba membangkitkan emosi positif atau negatif yang dapat memotivasi pembelian.
Daya tarik moral: daya tarik yang diarahkan pada perasaan audiens tentang apa yang benar dan tepat. Biasanya digunakan untuk mendorong orang mendukung masalah-masalah sosial.
Daya tarik rasional: daya tarik yang didasarkan pada kualitas, nilai ekonomis, manfaat, atau kinerja suatu produk dalam memotivasi pembelian.
Defensive strategy: strategi mempertahankan pangsa pasar dari pesaing dan menjaga kelompok produk dari serangan produk substitusi.
Department store sebagai suatu perusahaan eceran yang mempekerjakan paling sedikit 25 orang dan memiliki penjualan pakaian dan peralatan rumah tangga sejumlah 20 persen atau lebih dari penjualan totalnya.
Descriptive label: label yang memberikan informasi obyektif mengenai penggunaan, konstruksi/pembuatan, perawatan/perhatian dan kinerja produk, serta karakteristik-karakteristik lainnya yang berhubungan dengan produk.
Differential pricing: merupakan penetapan harga yang berbeda.
Direct marketing: sistem pemasaran interaktif yang menggunakan satu atau lebih media iklan untuk menghasilkan tanggapan dan/atau transaksi yang dapat diukur pada suatu lokasi.
Direct selling: merupakan penjualan barang-barang konsumsi langsung ke perorangan, di rumah-rumah maupun di tempat kerja mereka, melalui transaksi yang diawali dan diselesaikan oleh tenaga penjualnya.
Discount store: toko yang menjual barang-barang yang dibutuhkan konsumen rumah tangga dengan harga serba didiskon.
Display: tata letak barang dengan memperhatikan unsur pengelompokan jenis dan kegunaan barang, kerapihan dan keindahan agar terkesan menarik dan mengarahkan konsumen untuk melihat, mendorong, dan memutuskan untuk membeli.
Distribusi fisik: segala kegiatan untuk memindahkan barang dalam kuantitas tertentu, ke suatu tempat tertentu, dan dalam jangka waktu tertentu.
Distribusi: kegiatan pemasaran yang berusaha memperlancar dan mempermudah penyampaian barang dan jasa dari produsen kepada konsumen, sehingga penggunaannya sesuai dengan yang diperlukan (jenis, jumlah, harga, tempat, dan saat dibutuhkan).
 

Economics of relative plenty: yakni barang-barang kebutuhan relatif banyak dibanding dengan konsumen yang memerlukan.
Elastisitas permintaan: perbandingan antara perubahan dari jumlah barang yang diminta dengan perubahan dari harganya.
Emergency goods: barang yang dibeli bila suatu kebutuhan dirasa konsumen sangat mendesak, misalnya payung dan jas hujan di musim hujan.
Emiten: perusahaan yang menerbitkan efek untuk mendapatkan dana guna pembiayaan perusahaan atau lembaga
Emotional Branding (EB): yakni upaya mengembangkan merek dengan menonjolkan benefit emosional ketimbang benefit fungsional (fitur) dan rasional (harga)
Expected service: jasa yang diharapkan konsumen.

 

format pesan: bagaimana mengatakannya secara simbolis
Forum: kelompok diskusi yang berada dalam layanan online.
Frekuensi (frequency): Banyaknya rata-rata orang atau rumah tangga melihat paparan pesan tersebut dalam suatu periode tertentu.
Frekuensi pembelian: berapa kali pembeli rata-rata membeli produk tersebut dalam suatu periode.
Frekuensi periklanan: Jumlah pengulangan yang diperlukan untuk menyampaikan pesan ke konsumen.
Full-service wholesaler: merchant wholesaler yang memberikan jasa penyimpanan, memiliki armada penjual, menjual secara kredit, rnengirimkan barang, dan bantuan manajemen.
 

Ghost Shopping (Pelanggan Bayangan): orang berpura-pura menjadi pelanggan dan melaporkan titik-titik kuat maupun titik-titik lemah yang dialami waktu membeli produk dari industri sendiri maupun industri saingannya.
Grade label: label yang mengidentifikasi penilaian kualitas produk (product's judged quality) dengan suatu huruf, angka, atau kata.
 

Heterogeneous shopping goods: barang-barang yang aspek karakteristik atau ciri-cirinya (features) dianggap lebih penting oleh konsumen daripada aspek harganya.
Homogeneous shopping goods: merupakan barang-barang yang oleh konsumen dianggap serupa dalam hal kualitas tetapi cukup berbeda dalam harga.
HPP: Harga pokok penjualan
Hubungan Masyarakat (humas): berbagai program yang dirancang untuk mempromosikan dan/atau menjaga citra perusahaan atau tiap produknya.
Hubungan masyarakat dan publisitas: berbagai program untuk mempromosikan dan/atau melindungi citra perusahaan atau produk individualnya.
 

Iklan pengingat: periklanan yang bertujuan untuk mengingatkan suatu merek tertentu agar dibeli konsumen.
Iklan penguat (reinforcement advertising): periklanan yang bertujuan meyakinkan pembeli sekarang bahwa mereka telah melakukan pilihan yang benar.
Impulse goods: merupakan barang yang dibeli tanpa perencanaan terlebih dahulu ataupun usaha-usaha mencarinya.
Independent retail firm: suatu outlet pengecer yang dimiliki dan dioperasikan secara independen dan tanpa afiliasi (penggabungan).
Informercial: iklan TV yang tampak seperti acara televisi selama 30 menit, tetapi sebenarnya adalah iklan produk atau pemacu penjualan awal.
Intangible: merupakan sesuatu yang tidak dapat disentuh dan tidak dapat dirasa, atau sesuatu yang tidak dapat dengan mudah didefinisikan, diformulasikan, atau dipahami secara rohaniah.
Isi pesan: apa yang akan dikatakan
Item: suatu unit khusus dalam suatu merek atau lini produk yang dapat dibedakan berdasarkan ukuran, harga, penampilan, atau atribut lainnya.
 

Jaminan: janji yang merupakan kewajiban produsen atas produknya kepada konsumen, di mana para konsumen akan diberi ganti rugi bila produk ternyata tidak bisa berfungsi sebagaimana yang diharapkan atau dijanjikan.
Jangkauan (reach): Jumlah orang atau rumah tangga yang melihat paparan media tertentu setidaknya sekali dalam suatu periode tertentu.
Jasa: merupakan setiap tindakan atau perbuatan yang dapat ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak lain yang pada dasarnya bersifat intangible (tidak berwujud fisik) dan tidak menghasilkan kepemilikan sesuatu.
Jasa: merupakan setiap tindakan atau perbuatan yang dapat ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak lain yang pada dasarnya bersifat intangible (tidak berwujud fisik) dan tidak menghasilkan kepemilikan sesuatu.


Keadaan kongruen (state of congruity): sikap yang positif terhadap suatu sumber dan suatu pesan, atau sikap yang negatif terhadap keduanya.
Keahlian (Expertise): pengetahuan khusus yang dimiliki oleh komunikator untuk mendukung pesan yang disampaikannya.
Keandalan: merupakan kemampuan dari penyedia jasa untuk memberikan service yang telah dijanjikan secara akurat, dapat dipercaya dan dapat diandalkan
Kebutuhan manusia (human needs): ketidakberadaan beberapa pemuas dasar.
Keinginan (wants): hasrat akan pemuas kebutuhan yang spesifik.
Kelas produk (product class): sekumpulan produk di dalam produk family yang dianggap memiliki hubungan fungsional tertentu.
Kelayakan untuk dipercaya (trustworthiness) berkaitan dengan anggapan atas tingkat objektivitas dan kejujuran sumber pesan itu.
Kemampuan untuk disukai (Likebility) menunjukkan daya tarik sumber di mata pelanggan.
Kepuasan pelanggan (customer satisfaction): merupakan suatu perasaan atau penilaian emosional dari pelanggan atas penggunaan suatu produk barang atau jasa dimana harapan dan kebutuhan mereka terpenuhi
Kepuasan: adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja (atau hasil) yang dirasakan dibandingkan dengan harapannya
Komisioner efek: mereka yang berdagang efek, dengan ciri bahwa mereka membeli untuk dirinya sendiri
Komunikasi Pemasaran Terintegrasi (Integrated Marketing Communication-IMC): suatu konsep perencanaan komunikasi pemasaran yang menyadari nilai tambah dari suatu rencana komprehensif yang mengevaluasi peran strategis dari berbagai disiplin komunikasi, misalnya, periklanan umum, tanggapan langsung, promosi penjualan, dan hubungan masyarakat dan menggabungkan berbagai disiplin ini untuk memberikan kejelasan, konsistensi, dan pengaruh komunikasi yang
maksimum melalui integrasi menyeluruh dari pesan-pesan yang berlainan.
Komunikator: orang yang mengirim pesan
Konsumen Banyak Uang: Konsumen yang memiliki banyak uang dan merupakan konsumen dengan daya beli yang aktual
Konsumen Curiga: konsumen yang datang dengan rasa curiga bahwa tentang barang yang dijual apakah barang gelap atau tidak, biasanya menawar harga dibawah harga kepantasan.
Konsumen follower atau pengikut: adalah orang-orang yang terimbas efek dari konsumen trend setter
Konsumen Kumuh: konsumen yang berpenampilan sederhana atau apa adanya.
Konsumen Pemula: adalah pelanggan yang datang banyak bertanya dan merupakan calon pelanggan dimasa yang akan datang.
Konsumen Pengadu Domba: Konsumen yang suka mengatakan bahwa harga di tempat lain lebih murah daripada barang yang tawarkan.
Konsumen Pengutil: konsumen yang suka mengambil barang dengan tanpa sepengetahuan.
Konsumen trend setter: konsumen selalu suka akan sesuatu yang baru, dan dia mendedikasikan dirinya untuk menjadi bagian dari gelombang pertama yang memiliki atau memanfaatkan teknologi terbaru
Konsumen Value seeker: adalah mereka yang memiliki pertimbangan dan pendirian sendiri
Konsumen yang loyal pada harga: tipikal konsumen pada umumnya.
 

Loyalitasnya hanya pada harga. Kalau harga kompetitor lebih murah dia akan lari ke sana.
Labeling berkaitan erat dengan pengemasan. Label: merupakan bagian dari suatu produk yang menyampaikan informasi mengenai produk dan penjual.
Lay out: merupakan pemetaan area yang dirancang sebagai tempat menjual suatu produk untuk membantu konsumen berbelanja dan pencarian barang yang akan dibeli.
Lead time: waktu yang diperlukan untuk menyiapkan program promosi penjualan sebelum meluncurkannya.
Limited-service wholesales: merchant wholesaler yang hanya menawarkan beberapa jasa kepada pemasok dan pelanggannya.
Lini produk (product line): sekumpulan produk di dalam kelas produk yang berhubungan erat.
 

Manajemen pemasaran: penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan program-program yang bertujuan menimbulkan pertukaran dengan pasar yang dituju dengan maksud untuk mencapai tujuan perusahaan.
Masyarakat (publik): kelompok apapun yang memiliki kepentingan aktual atau potensial atau pengaruh terhadap kemampuan perusahaan untuk mencapai tujuannya.
Materials and Parts: merupakan barang yang seluruhnya atau sepenuhnya masuk ke dalam produk jadi.
Media: sarana/alat yang digunakan untuk mengkomunikasikan pesan. Media terdiri atas media cetak (koran, majalah, surat langsung), media penyiaran (radio, televisi), media elektronik (pita audio, pita video, videodisk, CD-ROM), dan media display (papan reklame, tanda reklame, poster).
Merchant middleman: perantara yang memiliki barang (dengan membeli dari produsen) untuk kemudian dijual kembali.
Merchant wholesaler: perusahaan independen yang mempunyai hak kepemilikan atas barang dagangan yang mereka jual (mereka membelinya terlebih dahulu) dan melakukan hampir semua fungsi wholesaling.
Merek (brand): nama yang dapat dihubungkan/diasosiasikan dengan satu atau lebih item dalam lini produk yang digunakan untuk mengidentifikasi sumber atau karakter item tersebut.
Merek: merupakan nama, istilah, tanda, simbol/lambang, desain, warna, gerak atau kombinasi atribut-atribut produk lainnya yang diharapkan dapat memberikan identitas dan diferensiasi terhadap produk pesaing.
Metode keseimbangan-persaingan (competitive-parity method): metode penetapan anggaran promosi berdasarkan keseimbangan pangsa suara dengan para pesaing.
Metode persentase penjualan (percentage-of-sales method): metode penetapan anggaran promosi berdasarkan persentase tertentu dari penjualan (baik penjualan saat ini maupun yang diantisipasi) atau dari harga jual.
Metode sesuai kemampuan (affordable method): metode penetapan anggaran promosi berdasarkan kemampuan perusahaan.
Metode tujuan-dan-tugas (objective-and-task method): metode penetapan anggaran promosi berdasarkan tujuan spesifik, menentukan tugas-tugas yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut, dan memperkirakan biaya untuk melaksanakan tugas-tugas tersebut. Jumlah biaya-biaya tersebut merupakan
anggaran promosi yang diusulkan.
Mutu: adalah keseluruhan ciri serta sifat produk yang berpengaruh pada kemampuannya memenuhi kebutuhan yang dinyatakan atau yang tersirat
 

Need family: kebutuhan inti/dasar yang membentuk product family.
New unsought products: barang yang benar-benar baru dan sama sekali belum diketahui konsumen.
Newsgroups: versi forum di internet, namun news groups terbatas pada orang yang menempatkan dan membaca pesan tentang topik tertentu
Nilai (value): perkiraan konsumen atas seluruh kemampuan produk untuk memuaskan kebutuhannya.
Nilai: adalah perkiraan pelanggan tentang kemampuan total suatu produk untuk memenuhi keinginan dan kebutuhannya
Non-store retailing menjual produk dan jasa dengan menggunakan metode-metode seperti direct selling, vending machines, mailorder retailing, dan teknik-teknik elektronik.


Obligasi; surat utang jangka menengah panjang yang dapat dipindah tangankan yang berisi janji dari pihak yang menerbikannya untuk membayar imbalan berupa bunga pada periode tertentu dan melunasi pokok utang pada waktu yang telah ditentukan kepada pihak pembeli obligasi tersebut
Offensive strategy: strategi memperluas pangsa pasar.
 

Pasar lokal: tempat pertemuan penawaran dan permintaan akan barang dan jasa sebatas daerah setempat.

Pasar regional
Pasar abstrak: ialah setiap kegiatan pertemuan dimanapun baik langsung maupun tidak langsung yang turut menentukan terjadinya harga
Pasar elektronik (electronic market): sarana informasi yang menggambarkan barang dan jasa yang ditawarkan oleh penjual dan memungkinkan pembeli mencari informasi, mengidentifikasi apa yang mereka butuhkan atau inginkan, dan memesan dengan menggunakan kartu kredit.
Pasar internasional: pasar internasional atau pasar dunia adalah permintaan dan penawaran berbagai produk dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara untuk dipasarkan kenegara lain.
pasar monopoli: struktur pasar dimana hanya ada satu penjual dan tidak terdapat barang subsitusi, selain yang dihasilkan oleh pelaku monopoli tersebut
Pasar oligopoli: struktur pasar dimana konsumen didominasi dan dikuasai oleh beberapa produsen atau penjual pada suatu wilayah tertentu.

pasar regional: tempatpenawaran dan permintaan akan barang dan jasa dimana produk yang ada di pasar untuk memenuhi kebutuhan daerah/wilayah regional.
Pasar tenaga; adalah permintaan dan penawaran tenaga verja
Pasar: adalah suatu institusi atau badan yang menjalankan aktivitasnya jual-beli barang dan jasa
Pasar konkrit adalah suatu tempat yang tertentu dimana penjual dan pembeli bertemu untuk saling menawar.
Pasar: semua pelanggan potensial yang memiliki kebutuhan dan keinginan tertentu yang sama, yang mungkin bersedia dan mampu melaksanakan pertukaran untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan itu.
Pelanggan eksternal: orang diluar perusahaan yang menerima suatu produk (end-user)
Pelanggan internal: orang yang melakukan proses selanjutnya dari suatu pekerjaan ("next process")
Pemasar: seseorang yang mencari satu atau lebih calon pembeli yang akan terlibat dalam pertukaran nilai.
Pemasaran hubungan: praktik membangun hubungan jangka panjang yang memuaskan dengan pihak-pihak kunci pelanggan, pemasok, penyalur guna mempertahankan preferensi dan bisnis jangka panjang.
Pemasaran langsung: penggunaan surat, telepon, faksimili, e-mail, dan alat penghubung nonpersonal lain untuk berkomunikasi secara langsung dengan atau mendapatkan tanggapan langsung dari pelanggan tertentu dan calon pelanggan.
Pemasaran massal yakni ditandai dengan memproduksi, mendistribusikan serta mempromosikan secara massal kepada semua konsumen.
Pemasaran: suatu proses sosial dan manajerial yang di dalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain.
Pemasaran: suatu proses sosial dan manajerial yang di dalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain.
Pembawa misi (missionary): Wiraniaga yang tidak diharapkan atau tidak diijinkan untuk menerima pesanan tetapi hanya ditugaskan untuk membangun nama baik atau untuk mendidik pemakai aktual atau potensial (misalnya, "detailer" medis yang mewakili perusahaan penghasil obat-obatan).
Pembelian di muka (forward buying): membeli suatu merek dalam jumlah yang jauh lebih besar selama periode harga khusus daripada yang dapat mereka jual selama periode harga khusus.
Pencipta permintaan (demand creator): Wiraniaga yang mengandalkan metode-metode kreatif untuk menjual produk-produk berwujud (misalnya, penyedot debu, lemari es, dan ensiklopedia) atau produk tak berwujud (misalnya asuransi, jasa periklanan atau pendidikan).
Pendekatan berorientasi pelanggan (customer-oriented approach): suatu pendekatan dalam melatih wiraniaga memecahkan masalah pelanggan.
Pendekatan berorientasi penjualan (sales-oriented approach): suatu pendekatan dalam melatih wiraniaga dengan teknik-teknik penjualan tekanan tinggi.
Pendekatan harga berdasarkan permintaan (demand-based pricing): Proses penetapan harga yang didasari persepsi konsumen terhadap value yang diterima (price value), sensitivitas harga dan perceived quality.
Penempatan pasar: tindakan menciptakan suatu penempatan produk yang kompetitif diantara produk saingannya.
Penerima pesanan (order taker): Wiraniaga yang bertindak sehagai penerima pesanan di dalam (misalnya, peniaga took yang berdiri di belakang counter) atau sebagai penerima pesanan luar (misalnya, wiraniaga sabun yang mengunjungi manajer toko swalayan).
Penetapan harga berdasarkan biaya (cost-based pricing): Suatu strategi penetapan harga yang paling tua, dimana harga ditentukan berdasarkan jumlah biaya per satuan produk yang keluar ditambah dengan keuntungan yang diharapkan.
Penetapan harga berdasarkan harga competitor: Penetapan harga dilakukan dengan menggunakan harga competitor sebagai referensi, dimana dalam pelaksanaannya lebih cocok untukproduk yang standar dengan kondisi pasar oligopoli.
Penetapan harga jual: proses penentuan apa yang akan diterima suatu perusahaan dalam penjualan produknya
Pengalihan (diverting): membeli lebih banyak dari yang dibutuhkan di daerah yang mendapatkan harga khusus dari produsen dan mengirim kelebihannya ke daerah yang tidak mendapat penawaran khusus.
Pengaruh (impact): Nilai kualitatif suatu paparan melalui media tertentu.
Pengemasan (packaging): merupakan proses yang berkaitan dengan perancangan dan pembuatan wadah (container) atau pembungkus (wrapper) untuk suatu produk.
Pengirim (deliver): Wiraniaga yang tugas utamanya adalah mengirimkan produk (misalnya, susu, roti, bahan bakar, minyak).
Penjadwalan makro: bagaimana memutuskan penjadwalan iklan sehubungan dengan kecenderungan musiman dan siklus bisnis.
Penjadwalan mikro: mengalokasikan biaya iklan dalam periode waktu yang pendek untuk memperoleh pengaruh yang maksimal.
Penjamin emisi; lembaga keuangan yang mengurus emisi efek.
Penjual solusi (solution vendor): Wiraniaga yang mengkhususkan diri dalam memecahkan masalah pelanggan, sering dengan sistem produk dan jasa perusahaan (misalnya sistem komputer dan komunikasi).
Penjualan secara pribadi: interaksi langsung dengan satu calon pembeli atau lebih untuk melakukan presentasi, menjawab pertanyaan, dan menerima pesanan.
Pentargetan pasar: yaitu tindakan mengevaluasi dan menseleksi satu atau beberapa segmen yang akan dipilih
Perantara: orang atau perusahaan yang menghubungkan aliran barang dari produsen ke konsumen akhir dan konsumen industrial.
Perceived service: jasa yang dirasakan konsumen.
Perceived value: evaluasi menyeluruh dari kegunaan suatu produk yang didasari oleh persepsi konsumen terhadap sejumlah manfaat yang akan diterima dibandingkan dengan pengorbanan yang dilakukan atau secara umum dipikiran konsumen.
Periklanan informatif: periklanan yang bertujuan untuk membentuk permintaan pertama dan dilakukan pada tahap awal suatu jenis produk.
Periklanan perbandingan (comparative advertising): periklanan yang berusaha membentuk keunggulan suatu merek melalui perbandingan atribut spesifik dengan satu atau beberapa merek lain di kelas produk yang sama.
Periklanan persuasif: periklanan yang bertujuan untuk membentuk permintaan selektif suatu merek tertentu dan dilakukan pada tahap persaingan.
Periklanan: semua bentuk penyajian nonpersonal dan promosi ide, barang atau jasa yang dibayar oleh suatu sponsor tertentu.
Perishability: tidak tahan lama dan tidak dapat disimpan.
Permintaan (demands): keinginan akan produk spesifik yang didukung oleh kemampuan dan kesediaan untuk membelinya.
Perniagaan elektronik (electronic commerce): istilah umum untuk proses pembelian dan penjualan yang disokong oleh alat-alat elektronik.
Perputaran pembeli: tingkat pembeli baru memasuki pasar.
Persepsi: suatu proses dari seorang individu dalam menyeleksi, mengorganisasikan, dan menterjemahkannya stimulus-stimulus atau informasi yang datang menjadi suatu gambaran yang menyeluruh.
Pertukaran: tindakan memperoleh barang yang dikehendaki dari seseorang dengan menawarkan sesuatu sebagai imbalan.

point of purchase: suatu media berupa kartu keterangan mengenai nama barang, harga, ukuran, dan keterangan lain yang ditempatkan sedemikian rupa pada display produk.
Positioning: segala upaya untuk mendesain produk dan merek kita agar dapat menempati sebuah posisi yang unik dibenak pelanggan.
Potongan fungsional: merupakan potongan harga yang ditawarkan pada pembeli atas pembayaran untuk fungsi-fungsi pemasaran yang mereka lakukan
Potongan Kuantitas: potongan harga yang ditawarkan oleh penjual agar konsumen bersedia membeli dalam jumlah yang lebih besar, atau bersedia memusatkan pembeliannya pada penjual tersebut.
Potongan musiman: potongan diberikan kepada pembeli yang melakukan pembelian di luar musim tertentu
Potongan tunai: yang diberikan kepada pembeli atas pembayaran pada suatu periode dan mereka melakukan pembayaran tepat pada waktunya
Pre-emptive: merupakan implementasi suatu strategi yang baru bagi suatu bisnis tertentu, karena merupakan yang pertama maka dapat menghasilkan keterampilan atau aset yang dapat merintangi, mencegah atau menghalangi para pesaing untuk melakukan duplikasi atau membuat tandingannya.

Price Awareness: kemampuan individu/konsumen untuk mengingat harga baik harga produk itu sendiri maupun harga produk kompetitor untuk dijadikan referensi.
Price Consciousness: kecenderungan konsumen untuk mencari perbedaan harga.
Product Life Cycle (PLC): suatu grafik yang menggambarkan riwayat suatu produk sejak diperkenalkan ke pasar sampai dengan ditarik dari pasar.
Produk family: seluruh kelas produk yang dapat memuaskan suatu kebutuhan inti/dasar dengan tingkat efektivitas yang memadai.
Produk generik: produk dasar yang mampu memenuhi fungsi produk yang paling dasar (rancangan produk minimal agar dapat berfungsi).
Produk harapan (expected product): produk formal yang ditawarkan dengan berbagai atribut dan kondisinya secara normal (layak) diharapkan dan disepakati untuk dibeli.
Produk pelengkap (augmented product): berbagai atribut produk yang dilengkapi atau ditambahi berbagai manfaat dan layanan, sehingga dapat memberikan tambahan kepuasan dan bisa dibedakan dengan produk pesaing.
Produk potensial: segala macam tambahan dan perubahan yang mungkin dikembangkan untuk suatu produk di masa mendatang.
Produk utama/inti (core benefit): manfaat yang sebenarnya dibutuhkan dan akan dikonsumsi oleh pelanggan dari setiap produk.
Produk: segala sesuatu yang dapat ditawarkan produsen untuk diperhatikan, diminta, dicari, dibeli, digunakan, atau dikonsumsi pasar sebagai pemenuhan kebutuhan atau keinginan pasar yang bersangkutan.
Promosi Penjualan: berbagai insentif jangka pendek untuk mendorong keinginan mencoba atau membeli suatu produk atau jasa.
Promosi penjualan: kumpulan kiat insentif yang beragam, kebanyakan berjangka pendek, dirancang untuk mendorong pembelian suatu produk/jasa tertentu secara lebih cepat dan/atau lebih besar oleh konsumen atau pedagang.
 

Rapid Penetration Strategy: menetapkan harga yang rendah dan promosi yang agresif.
Rapid Skimming Strategy: menetapkan harga yang tinggi untuk memperoleh laba kotor per unit sebanyak mungkin, serta dengan melakukan promosi yang gencar untuk meyakinkan konsumen tentang kualitas produk walau harganya mahal.
Regularly unsought products: barang-barang yang sebetulnya sudah ada dan diketahui konsumen, tetapi tidak terpikirkan untuk membelinya.
Repositioning: upaya untuk menempatkan dan memantapkan kembali posisi pasarnya pada benak konsumen

retailer atau retail store: perusahaan yang fungsi utamanya menjual produk kepada konsumen akhir untuk pemakaian pribadi dan rumah tangga.
Retailing: semua kegiatan penjualan barang dan jasa secara langsung kepada konsumen akhir untuk pemakaian pribadi dan rumah tangga, bukan untuk keperluan bisnis.
Return of Invesment; yakni jangka waktu pengembalian modal beserta keuntungannya yang kemungkinan sangat panjang
Right number of unit: jumlah yang tepat atas satuan/unit barang yang akan dijual (kiloan, lusinan, meteran, dan sebagainya).
Right size of product: ukuran yang tepat dari barang dagangan (small, medium, large, ataukah extra large).
Riset pemasaran ialah ( marketing reseach): suatu penelitian yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh data atau keterangan yang dapat diperunakan untuk pengambilan keputusan secara tepat guna memecahkan masalah-masalah dalam pemasaran


Saham; surat berharga yang dikeluarkan perusahaan dalam rangka menambah modal perusahaan tersebut
Saluran distribusi (marketing channel, trade channel, distribution channel): rute atau rangkaian perantara, baik yang dikelola pemasar maupun yang independen, dalam menyampaikan barang dari produsen ke konsumen.
Saluran komunikasi nonpersonal: saluran komunikasi dalam menyampaikan pesannya tanpa melakukan kontak atau interaksi pribadi, tetapi dilakukan melalui media, atmosfer, dan acara.
Saluran komunikasi personal: saluran komunikasi yang mencakup dua orang atau lebih dalam berkomunikasi secara langsung satu sama lain.
Saluran online: saluran yang dapat dijangkau seseorang melalui komputer & modem.
Segmentasi pasar: pembagian suatu pasar yang heterogen kedalam satuan-satuan pembeli yang homogen, dimana kepada setiap satuan pembeli yang homogen tersebut dijadikan sasaran pasar yang dicapai dengan marketing mix tersendiri.
Seller's market, artinya pasar milik penjual/produsen karena setiap barang yang dihasilkan selalu laku terjual
Sell-in time: waktu yang diperlukan mulai dari peluncuran promosi dan berakhir saat hampir 95% barang dagang promosi itu berada di tangan konsumen, yang dapat memakan waktu satu sampai beberapa bulan, tergantung lamanya promosi.
Service delivery: penyampaian jasa kepada konsumen.
Service Quality: adalah pelayanan yang baik dan diharapkan oleh pelanggan meliputi lima dimensi: reliabilitas, respon, jaminan, empati dan tangible
Shopping goods: barang barang yang dalam proses pemilihan dan pembeliannya dibandingkan oleh konsumen di antara berbagai alternatif yang tersedia.
Sirkulasi: Jumlah unit fisik yang memuat iklan.
Slow Penetration Strategy: menetapkan harga yang rendah untuk memperoleh penerimaan yang besar dari konsumen dan promosi yang rendah agar biaya pemasaran tidak membengkak.
Slow Skimming Strategy: menetapkan harga yang tinggi untuk memperoleh laba kotor per unit sebanyak mungkin dan promosi yang rendah agar biaya pemasaran tidak terlalu tinggi.
Sorting: aktivitas membagi atau mengelompokkan masing-masing kuantitas yang lebih kecil itu ke dalam lini-lini produk yang homogen dengan spesifikasi dan tingkat-tingkat kualitas tertentu.
Specialty goods: barang-barang yang memiliki karakteristik dan/atau identifikasi merek yang unik di mana sekelompok konsumen bersedia melakukan usaha khusus untuk membelinya.
Staples: barang yang dibeli konsumen secara reguler atau rutin.
Strategi dorong (push strategy): strategi yang mencakup kegiatan pemasaran produsen (terutama wiraniaga dan diarahkan pada promosi perdagangan) yang diarahkan pada perantara saluran dengan tujuan untuk mendorong perantara memesan dan menjual produk itu dan mempromosikannya kepada pemakai akhir.
Strategi Negoisasi: suatu komitmen untuk suatu pendekatan negosiasi menyeluruh yang memiliki peluang besar untuk mencapai tujuan perunding.
Strategi tarik (pull strategy): strategi yang mencakup kegiatan pemasaran (terutama periklanan dan promosi kepada konsumen) yang diarahkan pada pemakai akhir dengan tujuan untuk mendorong pemakai akhir meminta produk itu kepada perantara dan dengan demikian mendorong perantara memesan produk itu dari produsen.
Struktur kategori barang: merupakan susunan kerangka hirarkis pengelompokan kategori barang yang tersusun atas kelompok kategori terbesar sampai dengan kelompok terkecil.
struktur pesan: bagaimana mengatakannya secara logis

sumber pesan: siapa yang seharusnya mengatakan
Supplies and Services: merupakan barang yang tidak tahan lama (short-lasting) dan jasa yang memberi kemudahan dalam mengembangkan dan/atau mengelola keseluruhan produk jadi.
 

Target market: sekelompok konsumen yang akan dijadikan pasar sasarannya, dengan mengembangkan metode penilaian atas daya tarik segmen serta memilih segmen yang akan dimasuki.
Teknisi (technical): Wiraniaga yang memiliki tingkat pengetahuan teknis yang tinggi (misalnya wiraniaga teknis yang bertugas sebagai konsultan pada perusahaan klien).
Teori EM (Emotional Market): teori yang menggunakan pendekatan holistik dari seluruh pengalaman: indra (sense), perasaan/afeksi (feel), kognitif (think), fisik dan gaya hidup (act), serta hubungan dengan kultur atau referensi tertentu (relate) yang akhirnya mampu memberikan dimensi/imajinasi terhadap satu produk.
Tingkat melupakan: angka yang menunjukkan tingkat kejadian pembeli melupakan suatu merek.
Tipe produk (product type): item-item dalam suatu lini produk yang memiliki bentuk tertentu dari sekian banyak kemungkinan bentuk produk.
Total customer cost terdiri dari harga yang dibayarkan, biaya waktu, biaya tenaga, dan biaya psikis.
Total customer value: sekumpulan manfaat yang diharapkan pelanggan dari produk dan jasa, meliputi product value (misalnya keandalan, daya tahan/keawetan, unjuk kerja), service value (penyerahan barang, pelatihan, instalasi, perawatan, reparasi), personnel value (kompeten, responsif, empati, dapat dipercaya), dan image value (citra perusahaan).
Transaksi: perdagangan nilai-nilai antara dua pihak atau lebih.


Unsouqht goods: merupakan barang-barang yang tidak diketahui konsumen atau kalaupun sudah diketahui, tetapi pada umumnya belum terpikirkan untuk membelinya.
 

Variability: banyak variasi bentuk, kualitas dan jenis, tergantung pada siapa, kapan, dan di mana jasa tersebut dihasilkan.
Visual merchandising: merupakan gabungan dari unsur-unsur desain lingkungan toko, penyajian merchandise, dan komunikasi dalam toko.
 

Waralaba (franchising): suatu sistem pemasaran atau distribusi barang dan jasa, di mana sebuah perusahaan induk (franchisor) memberikan kepada individu atau perusahaan lain (franchisee) yang berskala kecil atau menengah dengan hak-hak istimewa untuk melakukan suatu sistem usaha tertentu melalui cara yang sudah ditentukan, selama waktu tertentu dan di suatu tempat tertentu pula.
Wholesaling: segala kegiatan menjual produk dalam kuantitas besar kepada pembeli non-konsumen akhir untuk tujuan dijual kembali atau untuk pemakaian bisnis.
Word-of-mouth communication: komunikasi mulut ke mulut berupa rekomendasi baik positif maupun negative terhadap suatu produk atau jasa

 

 

Marketing

Caleg Pilihan Radar Banten

Caleg Waringinkurung Serang

Caleg Kramatwatu Serang

Caleg Bojonegara Serang

Caleg Pulo Ampel Serang

Caleg Gunungsari Serang

DPRD Kabupaten Serang

DPRD Serang

DPRD Serang Banten

Jual murah Domain

Domain Cantik dan mudah diingat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Facebook Comments